Berpikir komputasional
Jurus Rahasia Anak APHP SMK N 1 Kedawung: Berpikir ala Komputer (Tapi Bukan Berarti Nge-Hack!)
Halo, teman-teman SMK Negeri 1 Kedawung, terutama yang keren-keren dari jurusan APHP! Pernah dengar istilah "Berpikir Komputasional"? Jangan langsung mikir coding atau utak-atik komputer yang bikin pusing, ya! Ini justru jurus ampuh buat kalian jadi makin jago memecahkan masalah, bikin kerjaan jadi lebih gampang, dan pastinya, makin inovatif di dunia pertanian dan pangan.
Berpikir Komputasional (BK) itu kayak kita punya mindset seorang detektif cerdas yang lagi ngadepin kasus. Ada empat pilar utama yang jadi kekuatan kita. Mari kita bedah satu per satu, dengan bumbu-bumbu khas APHP dan lingkungan sekolah kita!
1. Decompositional (Pemecahan Masalah): "Ini Kentang Gede Banget, Gimana Cara Ngupasnya?"
Bayangin kalian lagi di dapur APHP, dihadapkan sama sekarung kentang gede-gede yang harus diolah jadi keripik kentang. Kalau kalian langsung mikir "wah banyak banget, pusing!", itu namanya belum pake jurus Decompositional.
Decompositional itu artinya kita memecah masalah besar jadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih gampang dikerjain. Kayak makan pizza, kan nggak langsung hap satu loyang, tapi dipotong-potong dulu per slice.
Contoh di APHP SMK N 1 Kedawung:
Masalah Besar: "Memproduksi 100 bungkus keripik kentang rasa balado untuk acara bazar sekolah."
Dipecah Jadi:
Membeli dan memilih kentang berkualitas.
Mencuci dan mengupas kentang.
Mengiris kentang setipis mungkin.
Menggoreng kentang hingga renyah.
Membuat bumbu balado.
Mencampur keripik dengan bumbu.
Mengemas keripik dengan label.
Menghitung biaya produksi dan harga jual.
Lihat? Masalah yang tadinya gede banget, sekarang jadi tugas-tugas kecil yang bisa dikerjakan satu per satu, atau bahkan dibagi ke teman-teman tim kalian. Jadi nggak pusing lagi, kan?
2. Pattern Recognition (Pengenalan Pola): "Oh, Kalau Kayak Gini Pasti Hasilnya..."
Pernah nggak kalian bikin kue, terus gagal? Terus kalian coba lagi, tapi kali ini dengan sedikit perubahan di resep, dan ternyata berhasil? Nah, saat kalian "ngeh" atau sadar apa yang bikin gagal dan apa yang bikin berhasil, itu namanya kalian lagi pake jurus Pattern Recognition.
Pattern Recognition itu kemampuan kita buat ngeliat pola, kesamaan, atau tren dari data atau pengalaman yang udah ada. Kayak kalian kalau sering lihat awan mendung gelap, biasanya akan hujan, kan? Itu pola!
Contoh di APHP SMK N 1 Kedawung:
Kalian pernah coba membuat Nugget Jamur Krispi:
Percobaan 1: Jamurnya terlalu banyak air, nuggetnya jadi lembek.
Percobaan 2: Jamurnya diperas dulu, nuggetnya jadi pas teksturnya.
Pola yang Ditemukan: "Oh, ternyata kalau mau bikin olahan dari jamur, kunci utamanya adalah mengurangi kadar airnya biar hasilnya krispi dan padat."
Pola ini bisa juga ditemukan saat kalian mencoba resep baru. Misal, kalian notice kalau semua resep keripik pasti ada tahap pengeringan atau penirisan minyak setelah digoreng. Itu pola yang berguna untuk membuat keripik renyah! Dengan mengenali pola, kalian bisa lebih cepat nemuin solusi untuk masalah yang mirip di masa depan.
3. Abstraction (Abstraksi): "Pokoknya Intinya Gini deh..."
Nah, jurus Abstraction ini gampangnya kayak kalian lagi bikin ringkasan dari buku tebal. Kalian cuma ambil intinya, poin-poin pentingnya aja, detail yang nggak terlalu penting diabaikan dulu.
Abstraksi itu kemampuan kita buat fokus pada hal-hal yang paling penting dan relevan, sambil buang jauh-jauh detail yang nggak diperlukan. Ini bikin kita nggak kebanyakan mikir hal-hal remeh, tapi langsung ke inti masalah.
Contoh di APHP SMK N 1 Kedawung:
Kalian diminta Bu Guru buat laporan hasil praktikum pembuatan nata de coco.
Laporan Lengkap (Penuh Detail): Kalian akan nulis tentang merek bibit starter yang dipakai, suhu ruangan saat fermentasi, jenis air kelapa yang digunakan, bahkan sampai jam berapa kalian menekan tombol stopwatch.
Abstraksi (Fokus Inti): Untuk presentasi singkat atau laporan umum, kalian mungkin cuma fokus ke:
"Bahan utama: Air kelapa."
"Proses utama: Fermentasi dengan Acetobacter xylinum."
"Hasil: Lembaran nata de coco."
"Masalah yang dihadapi: Pertumbuhan jamur, solusinya: pastikan wadah steril."
Kalian menyederhanakan informasi agar orang lain bisa langsung paham garis besar proses pembuatan nata de coco tanpa harus tahu setiap detail kecilnya. Ini penting banget biar komunikasi dan penyelesaian masalah jadi lebih efisien!
4. Algorithm Design (Desain Algoritma): "Step by Step-nya Gimana Nih?"
Pernah ikut lomba memasak? Pasti diminta nulis resep, kan? Resep itu adalah contoh paling gampang dari Algorithm Design.
Algorithm Design itu artinya kita membuat daftar langkah-langkah yang jelas, berurutan, dan terperinci untuk menyelesaikan sebuah tugas atau masalah. Kayak instruksi perakitan lemari IKEA, harus jelas dari langkah 1 sampai selesai, biar hasilnya benar.
Contoh di APHP SMK N 1 Kedawung:
Tugas: "Membuat proses standar untuk memproduksi keripik tempe dengan kualitas konsisten."
Desain Algoritma (Resep/SOP Keripik Tempe):
Siapkan Bahan: Tempe kedelai segar, tepung beras, bumbu halus (bawang putih, ketumbar, garam), air.
Iris Tempe: Iris tempe tipis-tipis (ketebalan 2mm). Pastikan seragam.
Buat Adonan: Campur tepung beras, bumbu halus, dan air hingga menjadi adonan kental.
Celupkan Tempe: Masukkan irisan tempe satu per satu ke dalam adonan hingga terlapisi rata.
Goreng: Panaskan minyak dalam wajan. Goreng tempe satu per satu dengan api sedang hingga kuning keemasan dan renyah.
Tiriskan: Angkat keripik tempe, tiriskan minyak menggunakan kertas penyerap atau mesin peniris minyak.
Dinginkan & Kemas: Dinginkan keripik hingga suhu ruangan, lalu kemas dalam wadah kedap udara.
Dengan adanya algoritma ini, siapa pun yang mengikuti langkah-langkahnya (bahkan adik kelas yang baru belajar), bisa menghasilkan keripik tempe dengan kualitas yang mirip. Ini penting untuk standar mutu produk di APHP, lho!
Nah, itu dia empat jurus rahasia Berpikir Komputasional yang bisa kalian pakai setiap hari, nggak cuma di lab komputer, tapi juga di kebun, di dapur APHP, bahkan saat kalian ngerjain tugas rumah. Dengan menguasai BK, kalian nggak cuma jadi siswa APHP yang cerdas, tapi juga calon wirausahawan atau pekerja handal yang punya solusi kreatif untuk setiap tantangan.
Jadi, siap jadi detektif makanan dan pertanian yang handal? Selamat mencoba! 🚀
Komentar
Posting Komentar